Jasa Pendampingan dan Pembuatan Dokumen Benchmarking untuk PROPER KLHK

Benchmarking adalah proses membandingkan dan mengukur suatu kegiatan perusahaan terhadap proses operasi yang terbaik di kelasnya sebagai inspirasi dalam meningkatkan kinerja (performance) perusahaan. Selain itu, benchmarking dapat mendorong perusahaan untuk menyiapkan suatu dasar dalam membangun rencana operasional praktek terbaik perusahaan dan meningkatkan perbaikan bagi seluruh komponen lingkungan perusahaan.

Benchmarking perlu dilakukan agar  perusahaan dapat mengetahui kinerjanya yang disajikan dalam suatu bentuk data yang terukur. Benchmarking juga akan menolong perusahaan dalam mengidentifikasi kekuatan operasional sehingga dapat dilakukan perbaikan-perbaikan secara terus menerus (continual improvement). Perusahaan dapat membandingkan kinerjanya dengan perusahaan kompetitor, dan evaluasi dari perbandingan kinerja tersebut selanjutnya dapat menjadi dasar dalam menetapkan stratregi bagi manajemen untuk meningkatkan kinerjanya.

Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menetapkan benchmarking menjadi salah satu kriteria yang dinilai dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER). Kriteria penilaian benchmarking terdapat dalam Lampiran V Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia (PermenLH) No. 3 Tahun 2014 baik di dalam Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan  (DRKPL) maupun di dalam pemanfatan sumber daya berupa efisiensi energi, pengurangan dan pemanfaatan limbah bahan berbahaya dan beracun (limbah B3), recycle-reuse-reduce (3R) limbah padat non B3, pengurangan pencemaran udara, dan efisiensi air.

Untuk itu jasa pendampingan dan pembuatan dokumen ini bertujuan untuk melakukan benchmarking pengelolaan lingkungan di Perusahaan Anda berdasarkan data pengelolaan lingkungan yang dilakukan dalam Perusahaan, yang kemudian akan dibandingkan dengan data pengelolaan lingkungan yang dilakukan industri sejenis yang ada di level dunia

Perhitungan Benchmarking Kinerja Pengelolaan Lingkungan, meliputi:

  • Efisiensi Energi
  • Pencemaran Udara dan GRK
  • Limbah B3
  • Limbah Padat Non B3
  • Efisiensi Air
  • Beban Pencemaran Air

Gambar.Lingkaran benchmarking, menggambarkan 5 tahap proses benchmarking (Andersen, 2012)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *